Keputusan tegas diambil oleh pelatih Timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong. Ia memulangkan dua pemain, Serdy Ephy Fano dan Mochamad Yudha Febrian, dari pemusatan latihan (TC) karena tindakan indisipliner berat.

Shin Tae-yong enggan membeberkan pelanggaran indisipliner yang dimaksud. Namun, Nova Arianto selaku asisten pelatih asal Korea Selatan memberikan sedikit penjelasan.

Mantan pemain Persib Bandung itu setidaknya menyebut tiga pelanggaran dari kedua pemain itu, mulai dari tidak menimbang badan di pagi hari, terlambat datang ke tempat latihan, dan pulang ke hotel jam 3 pagi.

“Iya kemarin kedua pemain dikembalikan ke klubnya masing-masing,” kata Nova Arianto kepada BolaSport.com.

“Karena masalah indispliner tidak melakukan timbangan badan pagi hari, terlambat latihan Senin (23 November 2020) pagi, dan baru kembali hotel jam 3 pagi,” tuturnya menambahkan.

Tindakan indisipliner itu tampaknya juga membuat Direktur Teknik Indra Sjafri dan Ketum PSSI Mochamad Iriawan geram. Keduanya mendukung penuh keputusan pencoretan tersebut.

“Dengan disiplin yang kuat, untuk menuju prestasi akan lebih mudah ketimbang pemain yang suka indisipliner,” kata Indra Sjafri.

“Tidak ada tempat di timnas U-19 bagi pemain yang melakukan indisipliner,” timpal Iriawan.

“Uang yang digunakan ini dari rakyat. Jadi seluruh pemain harus serius. Jangan main-main. Kalau main-main pasti dicoret, contohnya yang menimpa dua pemain tersebut,” tutup pria yang akrab disapa Iwan Bule itu.

Bagi Serdy, ini adalah kali kedua pemain tersebut dipulangkan dari TC Timnas Indonesia U-19. Sebelumnya, dirinya pernah dicoret saat hendak berangkat ke Kroasia karena telat datang ke tempat latihan.