Liga 1 2021/2022 kembali bergulir. Namun, baru memasuki laga kedua, beberapa keputusan wasit sudah mendapat sorotan dari pecinta sepak bola di media sosial. Khususnya mengenai gol Yevhen Bokhashvili yang dianulir.

Persita Tangerang sukses mengalahkan Persipura Jayapura dengan skor 2-1 pada pekan pertama Liga 1 2021/2022, Sabtu (28/8/2021). Dua gol Persita dilesakkan oleh Cardoso de Oliviera (15′) dan I. Maulana (23′).

Adapun satu gol balasan skuat Mutiara Hitam dipersembahkan oleh Ramai Rumakiek (16′).

Nah, di laga tersebut, salah satu keputusan yang ramai dipertanyakan adalah ketika wasit Fariq Hitaba meniup peluit setelah striker Persipura, Yevhen Bokhashvili, mencetak gol usai mendapatkan bola dari kiper Persita, Try Hamdani, yang gagal melakukan tendangan.

Berikut link videonya:

https://www.instagram.com/p/CTH2rtpBv8u/

Lantas, apakah keputusan wasit sudah benar? Mari menyimak aturan di ‘Law of the Game’ sepak bola berikut.

Kejadian gol anulir Yevhen dibahas di Law of the Game pasal 12 tentang fouls and misconduct (pelanggaran dan kelakukan yang tidak sopan), terutama pada poin ‘pelanggaran terhadap penjaga gawang’.

  • Merupakan sebuah pelanggaran apabila seorang pemain menghalang-halangi penjaga gawang melepaskan bola dari tangannya
  • Pemain mesti dihukum karena bermain dengan cara yang berbahaya apabila dia menendang atau mencoba menendang bola pada saat akan dilepas oleh panjaga gawang (bola masih berada di tangan penjaga gawang)

Dari dua poin tersebut, bisa disimpulkan bahwa kiper mutlak tidak bisa diganggu ketika hendak menendang bola dari tangannya. Menghalang-halangi dianggap pelanggaran, lalu menendang atau mencoba menendang akan mendapatkan kartu.

Nah, dari kejadian Yevhen, wasit Fariq Hitaba mungkin melihatnya sebagai ‘menghalang-halangi’, sehingga menganulir gol tersebut dan memberikan hadiah tendangan bebas tidak langsung.

Sebab, dalam video, Yevhen memang terlihat dengan sangaja berlari ke arah Try Hamdani yang hendak menendang bola dan kemudian berhenti sejenak ketika Try Hamdani mencoba menendang bola.

Yevhen Bokhashvili
Foto: Instagram/@lingkar.garuda

Ini memang bisa dikategorikan mengganggu kiper, meski tidak ada kontak fisik. Malahan, jika ada kontak fisik atau mencoba menendang, Yevhen bisa mendapatkan kartu seperti yang dijelaskan pada poin kedua.

Menurut penulis dengan pertimbangan dua poin pasal 12, keputusan wasit Fariq Hitaba sudah benar. Namun, apabila pecinta sepak bola sekalian memiliki pengamatan yang berbeda juga sangat tidak apa-apa karena kita sama-sama penikmat sepak bola, bukan wasit profesional.

Silakan berdiskusi di kolom komentar, ya!